Happy Reading. "Arabella." Begitu mendengar namanya dipanggil, Arabella langsung berbalik. Mata hazel Arabella terbelalak seketika, dipenuhi oleh keterkejutan bercampur syok saat melihat sosok perempuan yang sangat cantik tengah berjalan ke arahnya. Helena, apa yang diinginkan perempuan itu darinya? Kenapa Helena tiba-tiba datang menemuinya? Gugup, takut, cemas, perasaan-perasaan yang tak menyenangkan itu membuat jantung Arabella berdegup tak karuan. Telapak tangannya berkeringat dan jari-jarinya saling meremas seiring semakin dekatnya langkah Helena. "H-hai." Arabella berusaha menyapa, mengeluarkan suara dari tenggorokannya yang seolah tercekat. Helena sama sekali tidak memberikan reaksi atas keramahan Arabella. Dia berdiri dengan tegap di depan Arabella, kemudian melipat kedua lengan

