Happy Reading. Malam sudah larut dan Arabella belum bisa memejamkan mata. Dia terbaring dengan kepalan mendongak ke atas langit kamar. Sementara jemarinya tampak memilin baju tidurnya. Gelisah, kecewa, cemas, perasaan-perasaan tak menyenangkan itu, kini memenuhi jiwa Arabella. Kepalanya terasa berat memikirkan perkataan Kenzo maupun Mayudi. Kenapa kedua orang itu melarangnya untuk datang? Apa yang akan terjadi kalau dirinya menghadiri pesta itu. Arabella berguling, mengubah posisinya menghadap ke arah dinding kamar. Sebelah tangannya ditaruh di bawah kepala dan tangannya yang lain meraih ponsel yang terletak di sampingnya. Pikiran Arabella tiba-tiba melayang pada Lukas. Lelaki itu tidak menghubunginya sejak tadi. Arabella tidak tahu dimana keberadaannya. Lukas seolah menghilang, dan se

