Happy Reading. Pagi itu Arabella sengaja bangun lebih cepat. Dengan sumringah dia melangkah ke dapur, ingin menyiapkan makanan. Setelah beberapa saat menghabiskan waktu dengan berkutat di dapur, Arabella pun langsung memasukkan pancake buatannya ke dalam sebuah wadah. Kemudian secepat kilat dia berlari ke kamar mandi. Waktu bergulir begitu cepat, dia tidak sadar bahwa matahari telah bersinar cerah di singgasananya yang kuat. Sayangnya, pada saat Arabella hendak bergerak, dia langsung dikejutkan dengan kehadiran Lukas. Lelaki itu tersenyum tipis sambil berdiri di ambil pintu. Satu tangannya di masukkan ke dalam kantung, dan tangannya yang lain sengaja di tekuk di bingkai pintu. Arabella terpana, mengerjap perlahan untuk menyadarkan dirinya bahwa apa yang tengah dilihatnya bukanlah mimpi.

