Felix datang ke kediaman Nessi sekitar jam tujuh malam. Pria itu menepati janjinya, mereka akan berkeliling kota menggunakan motor matic Nessi. Ini tidak lain dan tidak bukan adalah permintaan gadis itu, ingin sekali memeluk Felix sambil menikmati pemandangan malam yang cerah oleh para bintang dan bulan di langit. Malam pun nampak bersahabat, hari ini tidak terlihat tanda-tanda akan turun hujan seperti waktu itu. Syukurlah, Tuhan sepertinya tengah mendukung rencana indah mereka. Senyum Nessi terlukis begitu indah, Felix berkali-kali gemas mengusap puncak kepalanya. "Calon suami sudah makan kah?" tanya Nessi sambil mengenakan jaket. Dia mendatangi Felix yang sedang menunggu di ruang tengah sambil menonton televisi. Pria itu terlihat sangat berbeda malam ini, dia mengenakan pakaian santai--

