Julia berbaring pada bantal lembut berisi bulu. “Aku ingin kita saling memuaskan, Julia. Aku dan kau. Menikahlah denganku, Julia Ross.” Perkataan Max yang terngiang kembali ditelinga Julia. “Jika Max adalah milikku. Oh…apa yang akan aku lakukan untuk menjadi miliknya? Max melamarku? Benarkah?” batin Julia. Ia merenung sendiri, dan Julia sadar akan dirinya. Ia ingat semua dalam kesadaran penuh. Max telah melamarnya, satu-satunya pria yang pernah membuat darah di tubuhnya berpacu. Namun, Max begitu membingungkan. Julia coba mengingat semua ucapan Max di balkon saat mereka bercinta di udara terbuka. Julia beranjak dari ranjang, selimut yang hanya menutupi sampai batas pinggang, buah dadanya terbuka. Saat Julia berdiri tegak, tubuh polosnya tersibak. Max muncul dari kamar mandi, tubuh M

