72. Tak Patuh

1523 Words

"Anda mau ke mana?" tanya Adras melihat Harpa mengambil sandal ke luar. Pria itu terpaksa mengikuti. "Aku mau jalan-jalan sendirian, Dras. Jangan ikutin aku," tolak gadis itu. Adras berkacak pinggang. "Ini sudah di negara orang. Bahaya jalan-jalan sendirian," omel Adras. Harpa manyun. Dia memelototi sekretarisnya itu. "Aku ini sudah besar, Dras. Aku pernah hidup di London sendiri. Gak usah khawatir. Aku butuh privasi. Kamu terserah mau ke mana juga," tolak Harpa. "Anda belum makan, Nona. Saya minta pelayan bawakan makan siang, ya?" Adras masih berusaha menahan bosnya itu. Harpa tetap menggelengkan kepala. "Aku pergi, Adras! Jagain kamar!" serunya sambil melambai dan melintasi jembatan ke bibir pantai. Adras hanya melihat dari kejauhan. Dia lekas mengunci kamar dan lari menyusul. Sadar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD