Tepat saat jam kuliah usai, Anggi segera menuju ke Rumah sakit menyusul mamanya yang sudah berangkat terlebih dahulu. Bukan untuk berobat, lebih tepatnya untuk bertemu dengan dokter yang di maksud mamanya kemarin. Sampai di rumah sakit, ia segera menemui mamanya yang saat itu sedang duduk di sebuah kursi. "Ma ...." "Anggi, kamu udah datang. Mama pikir kamu nggak jadi datang," ujar wanita paruh baya itu. Ia hanya membalas dengan senyuman. Ya ... tadi niatnya, sih, begitu. Tapi kembali ia urungkan. Kasihan mamanya. "Ayok, kita temui sekarang. Biasanya jam segini dia udah istirahat," ajak Rita pada putrinya. Kali ini Anggi seolah pasrah kemanapun mamanya membawanya. Tekadnya sudah bulat. Ia ingin melupakan Yoga. "Selamat tinggal, Yoga. Mungkin kisah kita memang seharusnya berakhir s

