PART : 39

1634 Words

Sinar mentari langsung menusuk pandangannya yang saat itu masih berada di alam mimpi. Padahal gorden jendela kamar sudah ia tutup serapat mungkin, tapi tetap saja kilauan itu bisa lolos dan menyeruak masuk. "Non ... udah jam ..." "Aku udah bangun, Bikkkkk!!!" teriak Anggi langsung menimpali teriakan Bibik di depan pintu kamarnya. "Oke, Non," balas Bibik mendengar jawaban Anggi. Ia membuka selimut tebal yang menutupi badannya dengan malas, dan mengecek waktu pada ponsel yang berada di sampingnya. Matanya yang tadinya malas untuk melek, tiba-tiba malah melek sempurna saat melihat rentetan panggilan yang memenuhi layar ponselnya. "Pesan gue nggak dibales, tengah malam malah nelepon. Nggak tahu aja kalau gue tuh khawatir, Yoga," gumamnya kembali meletakkan ponselnya di meja. Anggi bera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD