PART : 32

1294 Words

Anggi masih diam mematung dengan air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya. Ini rasanya sangat menyakitkan. Menyakitkan hingga ia tak bisa mengungkapkan rasa itu. Ia menuju parkiran, dimana di sana sudah ada mamanya yang menunggu. "Sayang, kamu darimana saja? Mama khawatir," ujar Rita menyambut putrinya dengan rasa cemas. Bukannya menjawab pertanyaan Rita, Anggi justru menghambur ke pelukan wanita paruh baya itu sambil menangis. Tentu saja itu membuat mamanya semakin bertambah bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? "Kamu kenapa? Bilang sama Mama apa yang terjadi." "Mama tahu, dokter itu adalah Yoga," ujar Anggi masih dalam tangisnya "Yoga? Bukannya dia hantu yang bikin kamu ..." "Iya. Dia Yoga yang itu. Dia kembali di kehidupanku yang nyata, tapi di saat aku sudah menerima kehad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD