"Yoga," gumam Anggi lirih. Rita yang tadinya hendak menghampiri dokter itu, tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar ucapan lirih putrinya. Anggi beranjak dari kursinya. Matanya tak bisa berpaling dari sosok itu sedikitpun. Detakan jantungnya seolah semakin cepat. Air matanya tiba-tiba saja mengalir dengan sendirinya. Ia mempercepat langkahnya agar cepat sampai di hadapan sosok yang selama ini membuat hatinya berasa di obrak-abrik. Sampai di hadapan dokter itu, tanpa pikir panjang Anggi langsung saja menghambur ke pelukannya. Dia yang mendapat perlakuan seperti itu malah menerima saja. Ia seolah merasa dekat bahkan sangat dekat dengan gadis ini. Hingga tak berniat memintanya untuk melepaskan pelukan dari tubuhnya. Bahkan, tangannya seperti dikomando untuk membalas pelukan itu. R

