"Nggi ... kalau makan yang bener dong." "Diem! Jangan komentar," balasnya sambil meneguk segelas penuh air minum dan mengelap bibirnya dengan tissue. "Gue udah makan yang bener. Dianya aja yang muncul nggak benar," oceh Anggi sambil menatap garang ke arah sampingnya. Siapa lagi yang ada di sana kalau bukan Yoga. "S-siapa?" tanya Ismi merasa heran. "Dia maksud lo ... ha-hantu?" tebak Erika. Bahkan saking takutnya ia mau bilang kata hantu saja sudah seperti orang yang sedang kepedasan cabe j****y. "Temanmu cantik-cantik juga," ujar Yoga menatap ke arah Erika dan Ismi dengan tatapan jahil. Anggi menggetok kepala Yoga dengan sendok yang sedang ia pegang. "Aww..," ringis Yoga sambil memegangi kepalanya. "Kamu kejam amat, sih, Nggi." "Gue duluan ya, udah kenyang," ujar Ismi langsung lar

