Chapter 20

1978 Words

Beberapa hari berlalu dengan aman. Tidak ada kendala berati baik dari keduanya ataupun dari Fina yang sempat mengancam Ken beberapa seminggu yang lalu. Hari itu baik Ken dan Dheera sedang berada di rumah bersantai. Saat ini Ken sedang berada di kamar mandi. Ken membuka salah satu lemari untuk mengambil alat pencukur kumisnya. Namun bukan alat pencukur kumis yang di dapatnya sebuah botol yang asing tampak di hadapannya. "Diazepam?" tanya Ken sambil mengambil botol obat berwarna putih tersebut dan menatapnya dengan tatapan bingung. "Punya siapa? Dheera?" tanya Ken lagi dengan wajah bingung.  Ken diam sambil menelaah botol yang bertulis Diazepam dengan lambang merah k yang berarti obat keras. "Anti-depresan kan ini?" tanya Ken pada dirinya. "Tapi ngapain Dheera minum ini?" tanya Ken berp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD