Chapter 2

2643 Words
Berhari-hari sejak acara barbeque party berlalu, semua sudah kembali pada rutinitas mereka masing-masing. Semua tampak berjalan normal tanpa ada gonjang-ganjing, namun tidak dengan Dheera. Dheera yang sebelumnya adalah manusia pendiam setelah acara itu semakin menjadi diam, dan juga Dheera menjadai susah untuk diajak pergi bergabung dengan yang lain, meski Clara sudah membujuknya seharian. “Dhee.” Panggil Clara tiba-tiba. Saat ini Dheera, Clara dan Bella sedang berada di apartment Dheera. Tidak ada acara khusus, karna Dheera yang sangat susah untuk diajak keluar, jadi Clara dan Bella yang datang menghampiri Dheera. Niatnya sekaligus untuk mengajak Dheera untuk kembali keluar dan main bersama mereka. Dheera menoleh pada Clara yang memanggilnya. “Lo kenapa?” tanya Clara menyelidik. “Kenapa apa?” tanya Dheera bingung dengan apa maksud pertanyaan sepupunya itu. “Gua liat sejak barbeque lo jadi semakin pendiam.” Ujar Clara. “Hmm, Dheera kan emang pendiam orangnya,” jawab Dheera dengan wajah polos. Tidak salah memang apa yang diucapkan Dheera itu. Dheera memang pendiam, tapi menurut Clara Dheera semakin pendiam dari sebelumnya. “Dheera gak kenapa-napa Cla, beneran deh," ujar Dheera sambil tersenyum lembut. Clara hanya menghela nafas pasrah, dia tau betul jika dia tidak akan menang dalam pembicaraan mereka itu atau mungkin memang hanya dia yang terlalu berprasangka buruk pada Dheera. “Kalai gitu nanti malam lo ikut kita ya,” ajak Bella mengalihkan percakapan mereka. “Kemana?” tanya Dheera setelah menoleh pada Bella. “Biasa, main,” ujar Bella merujuk ke tempat yang biasa mereka datangi. Selama ini mereka selalu pergi ke basecamp para cowok-cowok a.k.a. apartment milik Dean atau bar milik Arga. Mendengar rujukan tempat yang akan mereka datangi, Dheera diam tidak langsung menjawab iya atau tidak pada ajakan Bella. “Mau kan ya?” tanya Bella lagi. "Kan katanya gak ada apa-apa," ujar Bella sengaja. Dheera masih diam, dia sangat ingin menjawab tidak pada ajakan itu. Dia merasa tidak enak hati karena selalu menolak ajakan teman-temannya. Namun di samping itu, Dheera sangat takut untuk menjawab iya, dia takut jika bertemu lagi dengan orang yang telah merampas first kiss nya beberapa waktu yang lalu. “Ayo lah Dhee ikut, kan cuman main. Lagian ngapain lo di apartemen sendirian,” ajak Bella pantang menyerah. "Iya Dhee ikut aja, gua gak enak selalu ninggalin lo di apartemen," sahut Clara tak mau kalah. “Ya udah deh, iya.” Ujar Dheera membuat Bella tersenyum menang. “Semoga aja nanti malam gak ada dia.” Harap Dheera dalam hati. === == = Malamnya dengan berat hati Dheera ikut pergi bersama Clara dan Bella ke apartment Dean, tempat di mana mereka janjian untuk ngumpul. Beruntung kali ini hanya apartemen Dean bukan ke bar yang sangat tidak disukainya. “Hai girl, akhirnya muncul juga lo pada.” Ujar Dean saat membuka pintu apartment miliknya. “Eeh, hai Dheera,” sapa Dean saat melihat keberadaan Dheera di belakang Clara. Dheera hanya tersenyum menjawab sapaan yang dilayangkan Dean untuk dirinya. “Darell mana?” tanya Bella pada Dean saat masuk ke dalam apartment Dean. “Aelah Bel baru juga nyampai, udah ditanya aja.” cerca Clara. “Dasar otak m***m emang susah Cla, gak bisa nunggu nanti," ujar Dean ikut-ikutan mencerca Bella. “Sialan lo yan!” kesal Bella. Dheera hanya diam tak ikut dalam obrolan aneh ketiga orang temannya. Perempuan itu hanya memainkan tangannya dengan pikiran yang entah melayang kemana. “Lo gak bisa kayak Dheera gitu Bel?” tanya Dean pada Bella saat memperhatikan Dheera yang sangat kalem. “Ehh, kok bawa nama Dheera?” tanya Dheera tak terima namanya dibawa-bawa dalam obrolan aneh. “Iya soalnya lo adalah satu-satunya contoh yang baik di sini Dhee," ujar Dean sambil tersenyum manis pada Dheera. “Gak kayak dia nih," sambung Dean sambil menunjuk Bella. “Du du du, orang waras diam, orang yang waras ngalah.” cicit Bella sambil menutup telinganya enggan mendengar omongan Dean lagi. Bertepatan dengan itu, Darel keluar dari salah satu kamar yang ada di apartment Dean dengan Arga dan Ken. Bella yang melihat tersebut tersenyum dan langsung menghampiri Darel. “Hai sayang.” Ujar Bella sambil memeluk Darel. “Mesumnya keluar bentar lagi.” ujar Dean sambil menggelengkan kepalanya saat melihat Bella yang memeluk dan mencium bibir Darel. Dheera yang berada di samping Dean terperanjat kaget saat Dean menutup mata Dheera dengan tangannya lalu tertawa kecil begitu mendengar jika alasannya adalah karena takut jika mata suci Dheera ternodai dengan hal yang sedang dilakukan Darel dan Bella sambil mengoceh panjang lebar. Tawa Dheera berhenti saat tangan besar Dean terangkat dari matanya. Di hadapannya ada Ken yang sedang menatap dalam dirinya, hanya menatap tanpa berniat untuk berbicara.Ken yang sedari tadi menatap Dheera hanya diam, tidak perduli dengan tawa Dheera yang berhenti atau Dheera yang menunduk saat menyadari dirinya sedang menatap dirinya. Ken benar-benar bersikap tidak perduli. Detik selanjutnya ketujuh orang itu sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang hanya hanya diam tanpa berbuat apapun, ada yang terus saja mengunyah cemilan, ada juga yang sibuk berpelukan layak Teletubbies dan ada yang bermain game konsol. Namun sesekali mereka berhenti dengan kegiatan mereka dan saling berbicara satu sama lain. Hari sudah menunjukkan jam setengah dua belas. Dheera mulai menunjukkan sikap tidak tenang saat memperhatikan jam tangannya. Hari semakin malam dan dia semakin gelisah jika kedua orang yang mengajaknya memilih untuk tak pulang dan menginap di apartemen Dean tersebut. “Cla, Dheera balik ya,” ujar Dheera berbisik pada Clara yang ada di sebelahnya. “Nginap di sini aja Dhee.” Ajak Clara. “Gak deh, kan Clara tau Dheera gak enak nginap di rumah orang,” balas Dheera berhati-hati. “Tapi gua sama Bella nginap di sini Dhee, udah janji juga sama Arga.” sahut Clara. “Iya gapapa kok kalau Clara nginap di sini, Dheera pulang sendiri aja.” balas Dheera sambil tersenyum. Clara menatap Dheera intens dan lama, namun yang ditatapnya hanya tersenyum tipis. “Terus lo balik naik apa?” tanya Clara khawatir. “Taxi.” Ujar Dheera. “Bahaya Dhee, udah jam segini." “Enggak kok, Dheera pesan taxi yang bagus, pasti aman.” Ujar Dheera dengan wajah polos. Clara hanya diam, meski Dheera menenangkan dirinya, dia masih merasa tidak tenang untuk membiarkan Dheera kembali sendiri tengah malam begini. “Bilang ke yang lain Dheera balik ya.” Ujar Dheera sambil bersiap pulang. “Tunggu dulu, yakin mau pulang sendiri?" tanya Clara masih belum rela Dheera pulang sendiri. “Yakin Clara, Dheera balik ya.” Ujar Dheera sambil melambaikan tangannya dan pergi keluar apartment milik Dean. Tak lama setelahnya, Arga yang baru kembali dari kamar mandi menatap bingung Clara yang sudah duduk sendirian di sofa. “Dheera mana beb?” tanya Arga. “Balik," jawab Clara tanpa menoleh pada Arga. Saat ini Atensi Clara ada pada layar ponselnya yang masih membuka jendela chat dirinya dan Dheera. Clara sibuk bertanya Dheera sudah di mana bahakan setelah Dheera menjawab dia sudah di depan lift, dalam lift, baru saja keluar lift, lobby bahkan depan hotel. “Sendiri?” tanya Arga lagi. “Iya. Tadi aku udah ajak nginap di sini aja tapi dia gak mau, kekeh banget mau pulang,” ujar Clara lagi tanpa memutuskan atensinya pada ponselnya. “Naik apa?” “Taxi?” “Udah lama?” “Lumayan, udah di lobby katanya.” Arga hanya bergumam, dan diam tak bertanya lagi apapun pada Clara yang sedang memasang wajah cemasnya. Di sisi lain, Dheera baru saja keluar dari hotel dan sedang menuruni tangga. Tanpa Dheera sadar, sedari tadi ada satu orang yang mengikuti dirinya. Mengikuti sejak dirinya keluar dari Apartment milik Dean. Orang itu hanya diam tanpa menegur atau memanggil Dheera. Cukup lama Dheera berdiri di depan gedung apartemen sembari menatap ponselnya yang mencari taxi. “Masih ada taxi gak yaa?” tanya Dheera pada dirinya sendiri saat menatap jam tangannya yang menunjukkan jam dua belas kurang sepuluh menit. “Dheera,” panggil orang tersebut tak tahan melihat Dheera yang sibuk memperhatikan jam tangan, hp dan jalan secara bergantian. Dheera menoleh cepat saat namanya dipanggil oleh seseorang. Dheera mengedipkan matanya berkali-kali saat melihat orang yang sebelumnya memanggilnya adalah orang yang sedang dihindarinya, orang tersebut adalah Ken. “Mau kemana?” tanya Ken mengabaikan wajah terkejut Dheera. “Mau pulang," jawab Dheera saat dirinya sudah berhasil menormalkan wajah terkejutnya. “Naik apa?” tanya Ken lagi. “Taxi.” “Mana ada taxi jam segini.” ujar Ken membuat Dheera menghela nafas kecewa. Dia sangat berat untuk kembali dan menginap di apartemen milik Dean yang bisa dibilang baru dikenalnya. “Ayok gua antar pulang.” ajak Ken asal. Dheera diam cukup lama mempertimbangkan ajakan yang diberikan Ken padanya, jika dia menolak ajakan tersebut dan memilih menunggu taxi, dia tak yakin berapa lama waktu yang dibutuhkannya. “Hmm, ngerepotin atau enggak?” tanya Dheera dengan wajah tak enak jika itu merepotkan. “Iyalah!” tegas Ken tanpa basa-basi. “Gak usah deh kalau gitu.” tolak Dheera dengan wajah yang cemberut karna bingung tentang bagaimana nasibnya kini. “Buruan!” perintah Ken kesal. Dheera bergumam tanda bingungnya. “Buruan Dheera, gua antar pulang.” Ulang Ken semakin kesal dengan kepolosan Dheera. "Tap---- "Gua gak suka kata tapi! Buruan jalan!" potong Ken cepat. “Hmm, iya," jawab Dheera sambil menyusul Ken yang sudah berjalan terlebih dahulu di depannya. Ken melajukan mobilnya ke arah apartment milik Dheera begitu mereka masuk ke dalam mobil. Selama diperjalanan keduanya hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun. Ken tentu sibuk menatap jalanan yang sudah sepi, sedangkan Dheera tengah sibuk merangkai kata-kata untuk berterimakasih pada Ken. Sesampai di depan Apartment milik Dheera, Dheera melepaskan seatbelt perlahan dan menatap Ken yang masih menatap lurus jalanan tanpa bicara sepatah katapun pada Dheera, bahkan dia tidak menatap Dheera sedikitpun. “Hmm-- Ken.” Panggil Dheera pelan membuat Ken menoleh padanya. “Hmm--- makasih udah mau nganterin Dheera," ujar Dheera tulus. Ken bergumam pelan sembari menganggukkan kecil. Karena tak ada tanda-tanda Ken akan berbicara padanya, Dheera pamit dan hendak membuka pintu. Namun hal itu digagalkan oleh Ken, Ken mengunci pintunya dan menahan tangan Dheera. “Hmm? Kenapa?” tanya Dheera bingung. “Sorry.” Ujar Ken membuat Dheera mengernyit bingung. “Sorry? Sorry untuk apa?” batin Dheera bertanya. “Buat ap--- Belum selesai Dheera menyelesaikan kalimat bertanya tentang permintaan maaf yang dilayangkan oleh Ken untuknya, Ken sudah menarik tengkuk Dheera mendekat dan langsung meraup bibir Dheera. Bukan hanya mengecup seperti sebelumnya, kali ini Ken ingin lebih dari sebuah kecupan. Ken ingin ciuman yang dalam dan intens. Dheera terdiam dengan mata yang membelalak lebar, sama seperti pertama kali Ken menyentuh bibirnya dengan bibir tebal miliknya. Dheera mengedipkan mata berkali-kali mencoba menyadarkan dirinya dari situasi cukup aneh itu. “Maksudnya apa? Maksud ciuman ini apa?” tanya Dheera dalam hati dengan segala keterkejutannya. Belum sempat otaknya merespon pertanyaan yang dituju Dheera untuk dirinya, Dheera kembali dikejutkan dengan Ken yang mengigit bibirnya dan melesak masuk ke dalam mulutnya. Dheera meneguk salivanya, bertanya apa yang harus dilakukannya pada dirinya sendiri. 1 detik, 2 detik Dheera belum menemukan jawabannya. Waktu terus berjalan Ken masuk terus mengabsen gigi putih Dheera. 5 detik, Dheera memilih untuk menutup matanya dan membalas ciuman Ken dengan kaku. Dalam ciuman tersebut, Ken menyunggingkan sebuah senyum tipis. Setelahnya keduanya saling mencecap dan bertukar saliva dengan panasnya. === == = Satu bulan sejak malam di mana Dheera dan Ken saling membalas ciuman pans mereka, Dheera sama sekali tidak pernah mau ikut ngumpul bersama Clara dan teman-temannya. Alasannya masih sama, Dheera melakukan hal itu karna dia ingin menghindari Ken. Dia tidak ingin jika Ken kembali menciumnya seperti dua pertemuan sebelumnya. One lounge and bar Berbeda dengan Dheera yang menghindari Ken, selama sebulan ini Ken bertingkah uring-uringan. Dia sudah uring-uringan tak jelas sejak dirinya mencium Dheera, ralat--- sejak Dheera membalas ciumannya dan menciptakan ciuman panas diantara kedua. Sejak saat itu entah kenapa bibir Dheera menjadi candu tersendiri untuk Ken. Ken selalu melihat dan memperhatikan sekelilingnya jika dirinya sedang bergabung dengan Clara dan Bella, berharap jika Dheera akan muncul dihadapannya seperti sebulan yang lalu. “Kemana coba tu anak? Setiap ngumpul gak pernah datang lagi," tanya Ken dalam hati. Arga yang tidak sengaja melihat Ken yang sedang celingak-celiguk saat Clara dan Bella datang mengernyit heran. Bertanya apa yang sedang di cari oleh temannya itu, hal seperti ini terbilang cukup langka bagi Ken. Namun meski begitu, Arga memilih untuk mengabaikan hal tersebut, Arga berfikir ika Ken sedang menunggu kenalannya. “Dheera mana beb? Gak ikut?” tanya Arga sambil memainkan rambut Clara. “Dheera di apartemen. Udah aku ajak tapi dia gak mau ikut, katanya capek.” Terang Clara. “Hmm, tapi kenapa ya aku liat, Dheera gak pernah ikut ngumpul lagi?” tanya Arga membuat Ken dan yang lain menoleh pada Arga. “Gak tau tuh, aku aja gak ngerti sama dia. Setiap aku ajak pasti ada aja alasannya buat nolak.” jawab Clara. “Tapi ngerasa gak sih, belakangan ini Dheera aneh sikapnya.” Ujar Bella menimpali ucapan Clara. “Anehnya dimana?” tanya Darel ikut dalam obrolan. Ken yang memiliki pertanyaan yang sama hanya diam menyimak pembicaraan teman-temannya tentang Dheera dan absennya Dheera untuk datang bertemu mereka. “Yang gua liat dia jadi pendiam gitu belakangan ini,” Ujar Bella yang langsung mendapatkan tatapan sinis dari Clara dan yang lain. “Itu bukan aneh Bella, emang Dheera itu pendiam bukan belakangan ini aja tapi udah dari dulu,” sahur Clara. “Kayaknya bukan Dheera yang pendiam deh tapi lo aja yang barbar banget jadi cewek," Celetuk Dean membuat Bella menghadiahinya dnegan tatapan tajam. “Diem lo!” kesal Bella pada Dean. Dean hanya tertawa menunjukkan giginya. ”Tapi coba deh lo perhatiin Cla, diajakin cerita susah banget kan dia belakangan ini.” Ujar Bella mengeluarkan unek-uneknya. “Cerita lo m***m. Udah tau dia anaknya polos, ya jelas males lah dia gubris cerita lo itu,” balas Clara logis. “Sama aja lo kayak Dean.” Kesal Bella. “Di sini ada yang pernah kenakin Dheera gak?” tanya Darel membawa obrolan kembali ke topik. “Kalimat lo ambigu Darell.” Ujar Dean. “Ya bikin dia tersinggung contohnya?” tanya Darel memperbaiki pertanyaannya. “Gue kayak nya enggak deh. Soalnya dia baik-baik aja sama gue,” ujar Clara sambil mengingat-ingat sikap Dheera padanya beberapa hari ini. “Gue juga kayaknya enggak, karna dianya b aja sama gue. Walaupun dia gak seru diajak ngobrol,” timpal Bella ikut-ikutan. “Diantara kalian berempat gimana?” tanya Clara sambil menunjuk Arga, Darel, Dean dan Ken. Seketika semua mata tertuju pada Ken, entah mengapa mereka semua kompak merasa Ken adalah orang yang pantas untuk menjadi pelaku dari perubahan sikap Dheera belakangan ini. “Gue?” tanya Ken sambil menunjuk dirinya sendiri. Semua orang yang tengah menyimak percakapan ini langsung menganggukkan kepalanya serempak. “Emang gue ngapain sampai dia gak datang atau gak mau diajak ke sini?” tanya Ken tidak terima dirinya dituduh seperti ini. Clara, Arga, Bella, Dean dan Darel diam sambil memikirkan dosa apa yang telah dilakukan Ken pada Dheera sampai gadis itu enggan datang lagi. “Lo kan nyium dia pas bbq party.” Ujar Bella asal. “Kayaknya bukan itu deh.” sahut Darel sambil terus berpikir tentang dosa besar Ken. “Iya, kayaknya bukan itu. Soalnya dia masih mau ikut main kan habis itu, yang di apartment gua.” sahut Dean berdiri di tempat yang sama dengan Darel. “Jadi apa dong?” tanya Clara membuat semua sibuk memikirkan penyebab Dheera menghindari mereka. Semua orang kecuali Ken memikirkan alasan yang tepat, sedangkan Ken sibuk dengan pemikirannya sendiri. “Masa iya dia menghindar karna gue cium malam itu? Tapikan dia balas ciuman gua waktu itu,” Tanya Ken pada dirinya sendiri dalam hati. “Coba nanti kalian berdua ajak dia lagi, mana tau sekarang dia lagi gak mood buat gabung.” Ujar Arga memecahkan konsentrasi Ken. “Iya deh nanti coba aku ajakin lagi,” ujar Clara yang disambut dengan anggukan oleh Bella. Bersambung..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD