Dua hari sudah sejak kejadian rekal pergi tiba-tiba dari rumah ana, yang membuat semua nya bingung, dua hari juga sudah rekal tak ada kabar berita nya, ia bahkan tak masuk sekolah. Rekal sengaja menghindar, anggap lah ia pengecut namun saat itu ia benar-benar berfikir jauh. Jika yang di pikiran nya nyata, ia tak mungkin tak akan bisa menerima nya, memang benar ada nya Luka adalah teman nya sampai kapan pun, baru ia melupakan kejadian dulu karena telah merasakan bahagia yang di beri ana namun siapa sangka luka nya kembali terkuak. "Kal" ucap Boby, ia mengetuk pintu kamar anak nya yang tak kunjung di buka. Khawatir yang membuncah di dalam diri nya, bahkan ia membolos untuk meeting hari ini. "Kal, buka ayah mau bicara" ucap nya kembali. "Sudah dua hari kamu di dalam kamar, nafsu makan me

