BAGIAN EMPAT-EMPAT

1079 Words

Pagi hari yang cerah, langit yang juga cerah, angin yang berhembus pelan namun menyejukkan membuat siapapun menghirup nya dengan perlahan. Rekal menyemprotkan parfum nya yang maskulin banget. Ia lalu melangkah menuruni tangga ketika telah selesai prepare dalam seragam sekolah. "Ayah mana bi?" Ucap rekal, ketika melihat meja makan tidak ada ayah nya. "Pagi-pagi banget tadi udeh berangkat den" ucap bibi "Belum sarapan?" Ucap rekal "Belum den, langsung berangkat" ucap bibi nya kembali. "Kebiasaan" ucap rekal pelan. Lalu rekal duduk, dan mengambil nasi goreng buatan bibi nya. Ia melahap nasi goreng buatan bibi nya. Setelah beberapa menit, ia telah kelar dengan aktifitas sarapan nya. "Bi ekal berangkat" ucap rekal, lalu bibi nya mengangguk dan tersenyum. Rekal melangkah keluar, dan ke gar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD