"Lu kenapa?" Ucap mila, namun ana langsung menidurkan kepala nya dengan tangan yang menjadi bantalan nya. "Kenapa Si si ana?" Ucap heni, sedangkan mila hanya menghendikkan bahu nya bertanda tidak tahu. "Kita tanya istirahat aja nanti" ucap mila. Bell istirahat berbunyi, semua siswa-siswi berhamburan keluar untuk mengenyangkan perut mereka atau sekedar menyegarkan otak karena pelajaran. Namun tidak dengan Ana, ia masih setia berada di dalam kelas, dengan tangan yang menjadi bantalan untuk ia tertidur. Sedangkan mila dan heni hanya saling menatap melihat tingkah aneh ana yang tak seperti biasa nya. "Na" "Ana" "Ohh ana" ucap heni berulang kali, Ana tak menggubris, namun ia langsung menengok ke arah heni. Mata sembab yang pertama terlihat oleh heni dan mila. "Lu kenapa na? Ada yang nyak

