“Rio, kita sarapan dulu yuk, Sayang. Kasihan perut kamu belum diisi dari kemarin,” ujar Yuyun tengah setia menunggu sang anak untuk keluar dari kamar. “Dia lagi mogok makan, Ma. Palingan seminggu lagi baru kelar,” ucap Samuel bermaksud bercanda. “Hush, kamu ini. Kalau itu kelamaan, keburu adik kamu sakit.” “Bukan sakit kali, Ma, tapi udah koit,” lirih Samuel yang tak terdengar oleh Yuyun. “Sayang, buka pintunya, dong.” Ceklek “Ada apa sih, Ma? Berisik banget. Rio ngantuk,” balas Rio memilih kembali bergelut dengan selimutnya. Kasur saat ini adalah tempat ternyaman bagi dirinya. “Sayang, kamar kamu kok berantakan semua sih? Ini kenapa baju-baju bisa berserakan gini? Terus itu foto-foto di dinding kenapa frame-nya pada pecah? Kamu nggak lagi percobaan debus kan, Sayang?” ucap Y

