Chapter 22

538 Words

Hatiku terumbang ambing oleh sebuah perasaan rumit yang melibatkan hati dan juga logika. Kau tahu bukan? Hati dan logika tak pernah bersatu. Mereka akan saling melawan. Seperti halnya saat ini. Hatiku memilih untuk tetap menunggunya, namun apa daya logika menginginkan lainnya. Menyambut sosok baru dalam kehidupanku. Lalu harus dengan siapakah aku bersekutu? “Apa kamu mau buka hati kamu untuk aku, Put?” tanya Rio. Hari ini mereka berdua sedang dinner lebih tepatnya Rio yang mengajak Putri. Dan tentu saja keluarga Anggara mengizinkan pemuda itu membawa gadis mereka. Berharap jika kesedihannya akan berkurang setelah bertemu Rio. Pertanyaan Rio seketika kembali mengingatkan Putri tentang berbagai hal yang terjadi dihidupnya. Ketika dia pertama kali bertemu Vando, kemudian m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD