39. (End)

834 Words

Masih flashback. Dava kaget mendapati seorang pria yang ada di dalam rumah itu. dengan tangan, kaki terikat. serta mulut yang di tutup lakban. Kondisi yang sangat menyedihkan bagi Dava sebagai seorang pria, mata pria itu terpejam. Dava melangkah hati-hati ke arahnya. "permisi." Perlahan mata pria itu terbuka, terbelalak kaget melihat kehadiran Dava di situ. Dava terlihat panik ketika pria itu  seperti menggeram ingin bicara, ragu-ragu Dava melepaskan lakban di mulutnya. "Tolong lepaskan aku!" pinta pria itu setelah Dava berhasil melepaskan lakban di mulutnya. "A--aku akan melepaskanmu. tapi, aku perlu bicara denganmu." "Baiklah," janji pria itu. Dava melepaskan semua tali yang terikat di tangan dan kakinya. "Terima kasih," ucapnya pada Dava. "Siapa kamu? kenapa bisa ada disini

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD