Rasa Yang Tak Bisa Diungkap

1003 Words

Dara dan Steven tengah larut dalam pembicaraan mereka tentang konsep iklan untuk perushaan di mana Steven yang menjadi pimpinannya. Di dalam ruangan meeting yang dipenuhi dengan beberapa orang karyawan dari perusahaan keduanya. Dara maupun Steven terlihat sangat professional, mereka terlihat begitu serius. Bahkan orang di sekitar mereka tidak tahu bahwa mereka saling mengenal jika melihat keseriusan keduanya. Menit demi menit telah berlalu. Meeting yang menguras pikiran semua orang yang ada di dalam ruangan itu telah selesai. Ruangan yang tadinya dipenuhi dengan banyak orang, sekarang hanya menyisakan Steven dan juga Dara yang masih sibuk melihat ke arah berkas di hadapan mereka masing-masing. “Makan yuk Dara… udah jam pulang nih.” Steven tersenyum lebar. “Sebentar lagi Steve… nanggung,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD