Author pov
Zahra berjalan menuju keruangannya, pagi ini sangat cerah, namun tidak dengan hatinya yg sangat gelisah.
Hari ini adalah jadwal interview untuk calon pegawai baru, bukan itu yg dia fikirkan, tapi sosok yg akan dilihatnya, entah mengapa dia sangat takut.
Daniel pov
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 8, tapi sejak tadi belum aku lihat wanita itu, sejak jam 07:30 tadi aku sudah sampai diperusahaan yg beberapa waktu lalu membuka lowongan pekerjaan, seorang yg kukenal menyuruhku mengajukan surat lamaran, dia adalah Andri dan Fahri, mereka temanku semasa aku melanjutkan kuliah S1 dikota ini, walau kami berbeda jurusan tapi sebuah organisasi mempertemukan kami.
Saat sibuk dengan lamunanku, kulihat seorang wanita masuk keruangan tempatku menunggu, seorang wanita tak berhijab, cantik menurutku dan sebuah tanda dilengannya mengalihkan pandanganku, dia seorang non muslim, aku sedikit terkejut karna itu bukanlah dia yg aku cari.
"Maaf pak, silahkan keruangan ibu Zahra, dia sudah menunggu" ucap wanita itu.
"Terima kasih"
Aku berjalan dengan wanita itu didepanku.
Tok...tok...tok...
"Masuk" kudengar suara dari dalam, jantungku berdetak sangat kencang.
"Silahkan masuk pak...."
"Daniel, nama saya"
Kulihat dia tersenyum dan aku pun masuk. Aku terpaku dipintu itu, dia juga menatapku, itu benar dia, wanita yg selama ini aku cari.
Zahra pov
Aku melihatnya lagi, dia yg dulu pergi meninggalkanku tanpa alasan dan sekarang dia didepanku berdiri mematung.
Aku segera mengalihkan pandanganku, kuucapkan istighfar di hatiku.
"Silahkan duduk" ucapku setenang mungkin.
"Vella kamu tetap disini" ucapku pada Vella yg kulihat ingin pergi, dia adalah asisitenku sekaligus sahabatku, meski dia non muslim tapi hubunganku dengannya begitu dekat seperti saudara.
"Yah baiklah ibu Zahra" kulihat dia duduk di sofa, dasar sahabat tengil, aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.
"Ehmm, baiklah pak Daniel, sepertinya saya tidak perlu banyak tanya tentang anda karna saya juga sudah melihat bio anda di surat lamaran yg anda kirim dan sebenarnya anda juga sudah diterima bekerja disini, sedikit untuk peraturan saja maka saya membuat interview ini" rasanya jantungku benar benar ingin copot, kulihat Vella sedang asik dengan hp nya.
Rian pov
Aku akan membuat kejutan untuk seorang yg sedang berada dihatiku selama beberapa bulan ini, besok aku akan pulang ke bandung, aku akan segera melamarnya, Zahra. Wanita yg begitu sangat aku rindukan, meski aku sudah mengenalnya lama karna dulu dia juga kuliah ditempat yg sama denganku, meski tak lama kami sekelas, sejak dia pindah dikelas malam dan aku pindah ke universitas cabang kami tak pernah bertemu, sampai saat aku diberi cuti untuk pulang, saat itu aku sempatkan untuk mengunjungi universitas pusat yg berada di kota Medan, sore hari aku datang, pada saat itu aku melihatnya baru saja datang dengan mengendarai motor matic, kulihat dia begitu berbeda dengan pertama kali aku melihatnya, entah aku yg baru menyadari atau karna apa, tapi sejak saat itu aku menyukainya meski sejak saat itu aku tak pernah melihatnya lagi, sampai beberapa bulan terakhir ini aku bertemu dengannya di bandung, dia bekerja di perusahaan temanku Fahri.
Sejak saat itu aku mulai mendekatinya, kulihat dia merespon baik niatku, hingga saat aku menemuinya saat aku akan berangkat ke kalimantan beberapa bulan yg lalu, aku mengatakan padanya bahwa aku akan melamarnya saat aku akan pulang nanti, kulihat dia hanya tersenyum, aku sangat yakin dia akan menerimaku.
Semua niatku juga sudah aku ceritakan pada orang tuaku, dan mereka sangat menyetujuinya karna beberapa kali Zahra mengunjungi rumahku saat aku masih di bandung.
Vella pov
Aku sengaja tak mengacuhkan Zahra, mungkin dia sedikit kesal denganku, aku menyibukkan diri dengan pura pura sibuk dengan hp ku, ketahuilah bahwa jantungku terasa deg deg an, pria itu, sejak melihatnya tadi aku langsung menyukainya, mungkin ini cinta pada pandangan pertama, namun sedikit aku lihat sikap yg menurutku aneh antara dia dan Zahra.
Saat dia masuk keruangannya, kulihat mereka saling menatap cukup lama sampai akhirnya Zahra mengalihkan pandangannya, namun aku tak begitu memperdulikan itu karna aku merasa mungkin mereka baru saja saling bertemu.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥