Pasar Malem

1013 Words

"Malam yang dingin di tengah keramaian berharap semua masalah segera usai." ****     Di sini mereka sekarang, menikmati hembusan udara dingin yang Masuk ke tubuh mereka. Ethan celingak-celinguk mengamati sekitar. Berharap ada orang lain yang mengenalnya. Hilya pun demikian ingin rasanya berteriak di tengah keramaian ini agar semua orang tahu bahwa dirinya sedang di sandera oleh seorang psikopat.    "Inget kalian berdua kalau kalian berani macam-macam pistol sudah selalu ada di kantongku," ucap Hans kepada mereka berdua. Hilya merasa tidak nyaman karena harus berdempetan dengan Hans. Hans memeluk pinggang Hilya erat dan menggandeng Ethan dengan erat pula.   "Aku mau ke sana om," ucap Ethan menunjuk ke tempat bermain yang ramai pengunjung.   "Enggak Kita di sana Aja," ucap Hans menuju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD