Kesempatan Yang Sia- Sia

2033 Words

"Di tengah rasa putus asa selalu ada peluang untuk kembali semangat." **** Reyhan masuk kamar Eldan dengan rasa bersalah. Lagi-lagi dia harus membentak anaknya padahal anaknya tidak salah. Wajar seorang anak rindu Ibunya dan rewel karena Ibunya yang tak kunjung pulang. Seharusnya Reyhan lebih sabar bukan malah terpancing emosi oleh Eldan. Eldan berdiri di depan balkon, sambil termenung entah apa yang difikirkannya. "Sayang...." panggil Reyhan. Eldan mendengar panggilan ayahnya Itu tapi dia enggan untuk menengok. Dia tahu pasti Reyhan mau memarahinya lagi. Reyhan tetap berjalan hingga akhirnya berada di depan tubuh Eldan yang membelakanginya. "Adek maafin Ayah, ya...." Eldan Masih tetap diam. "Eldan marah ya sama, Ayah?" tanya Reyhan lagi berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD