Tidak buruk sesekali bolos kerja,bila aku bisa selalu melihat senyumnya. Karna hanya dengan senyuman itu,aku bisa semagat untuk memandang dokumen dokumen terkutuk itu. Bibir manis yang sudah menjadi candu bagiku,sangatlah berperan penting. Ia sudah seperti pengisi daya otomatis,ku pandangi wajah yang slalu menemani ku itu,ku singkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Aria terlelap saat perjalanan pulang,dan aku tak tega untuk membangunkannya,jadi ku putuskaan untuk mengangkat tubuh nya ala bridal style ke dalam apartemenku. Ku tidurkan ia di atas ranjang sedangkan aku. Mulai membuka laptop untuk melanjutkan pekerjaanku yang tertunda,bisanya aku melakukan hal ini di ruang sebelah yang memang ku siapkan untuk menyimpan copyan dokumen,dan tempat khusus untuk bekerja sa

