"Eh," Bintang terkejut, apa yang dilakukan Kavi tak seperti ekspetasi Bintang. Bintang pikir, Kavi akan terlena dan terpedaya dengan sikapnya, dan bisa Bintang manfaatkan sesuka hati Bintang. Dari udut pandang mata Bintang, Kavi sosok seseorang yang baik dan tidak akan macam-macam dengan seorang wanita. Sayangnya, itu hanya khayalan Bintang saja, sosok Kavi yang asli sangat bertentangan dengan apa yang Bintang gambarkan. Sepertinya, Bintang salah target, seharusnya Bintang menyerang Jendra, bukan Kavi yang notabene seorang playboy kelas kakap, jika dibandingkan dengan Alsaki dan Jendra. "Kenapa?" tanya Kavi sembari mengangkat satu alisnya. "Sepertinya tidak jadi," jawab Bintang yang mencoba kabur dan memperbaiki posisi tubuhnya, lebih tepatnya mencoba menjaga jarak dengan Kavi yang ki

