Mobil Indra berhenti di depan rumah Yana dengan hati yang berdebar. Setelah perjalanannya ke Kota Yogyakarta tanpa memberitahukan sang calon istrinya. Indra tahu Yana masih marah kepadanya padanya. Namun, pria itu membawa oleh-oleh khas kota Yogyakarta dalam usaha untuk meredakan kemarahan sang wanita kesayangan. Indra terlihat menghela napasnya, sebelum mengetuk pintu rumah Yana. Ternyata oh ternyata Yana sendiri yang membuka pintu, dengan wajahnya masih terlihat kesal. "Hai, calon istriku!" ucapnya sambil ingin mengecup keningnya. Akan tetapi Yana segera menghindar dari Indra sambil melangkah masuk ke dalam rumah. Ternyata Mami Lila yang menyuruh Yana untuk membukakan pintu untuk Indra. Padahal sebenarnya Yana sangat enggan melakukannya. "Sayang ... kamu kok begitu, sih?" protes I

