Indra memandang Yana dengan senyuman hangat setelah acara perkenalan dan makan siang bersama selesai. Pemuda itu berencana untuk mengajak istrinya ke dalam ruangan pribadinya. "Yuk, Sayang. Ayo masuk ke dalam ruanganku. Aku ingin berbicara denganmu," ucapnya, mengajak Yana menuju ruang kerjanya sebagai CEO di perusahaan tersebut. Yana mengikuti Indra dengan hati yang penuh harap. Mereka lalu memasuki ruangan pribadi Indra yang luas dan elegan. Ruangan itu dipenuhi dengan buku-buku, lukisan, dan berbagai penghargaan yang menunjukkan prestasi Indra sebagai seorang pemimpin. Yana merasa kagum melihat dedikasi dan kerja keras suaminya yang tercermin dalam ruangan itu. Indra mengajak Yana untuk duduk di sofa yang nyaman di sudut ruangan itu. Dia memandang Yana dengan penuh kasih sayang. "T

