"Baiklah, aku akan ke luar. Tapi ingat! Pasang kembali cincin itu di jari manismu!" "Cih! Siapa kamu nyuruh-nyuruh aku? Dasar bocah!" jawab Yana ketus. "Tante, aku ini adalah calon suamimu! Tolong jangan membuatku marah! Ayo segeralah ganti baju, aku menunggumu di luar," sergah Indra lalu benar-benar ke luar dari kamar sang calon istri. "Suka banget sih memerintah!" tukas Yana lalu segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju pintu kamarnya untuk mengunci pintu dari dalam. Wanita itu kembali duduk di depan cermin dan mulai memoles wajahnya dengan make up tipis. Yana juga mulai memakai dress di atas lutut berwarna peach yang semakin membuatnya menjadi sangat cantik pagi itu. Tak lupa Yana mengambil cincin pemberian Indra di dalam laci meja riasnya. Dia terpaksa memakai cincin itu

