Mami Endang duduk dengan sabar di sudut restoran yang nyaman, matanya sesekali melirik ke arah pintu masuk, mencoba mencari wajah Yana, menantunya. Waktu terus berlalu, namun Yana tak kunjung datang. Pelayan restoran pun datang untuk menawarkan menu, namun Mami Endang masih sibuk mengamati setiap orang yang masuk. Beberapa meja di sekitarnya diisi oleh keluarga dan pasangan yang tengah menikmati hidangan mereka. Mami Endang mencoba mengalihkan perhatiannya dengan membaca menu, akan tetapi pikirannya selalu kembali pada Yana yang seharusnya sudah tiba. Setelah setengah jam berlalu, Mami Endang mulai gelisah. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengecek pesan dari Yana. Ternyata sang menantu sedang terjebak kemacetan yang parah. Karena saat ini adalah jam pulang kantor. Demikianlah bunyi pesa

