Denver mengikuti kemana pun Shevaya pergi, Denver bagaikan anak ayam yang mengikuti ibunya. Lelaki itu sungguh membuat banyak orang tidak percaya dengan sikapnya, lelaki arogan yang dingin kini berubah cair ketika bersama dengan istrinya. “Mas ih ada Kak Gara itu loh,” ujar Shevaya. Denver duduk di samping Shevaya dengan pandanga memicing, dia tidak suka dengan Shevaya yang memanggil Segara terlihat seperti akrab. Denver tidak ingin Shevaya terlalu dekat dengan lelaki mana pun walau dia mengenalnya. Segara juga orang yang paling dekat dengannya karena itulah dia tidak ingin hal yang sama terulang kembali. “Sejak kapan kalian dekat? Kenapa panggilnya gitu?” tanya Denver tidak suka. “Kan lebih tua dia?” tanya Shevaya. “Panggil Segara, aku nggak suka kamu dekat sama lelaki mana pun terma

