Arion menatap wanitanya yang masih tidur dengan nyeyak, sejak Aara marah dan tertidur dia bahkan belum terbangun sampai saat ini. Isabella sudah pulang satu jam lalu dan Arion mengabaikannya dia hanya ingin Aara tetap bersamanya dalam pelukan. Kerjapan mata Aara kini menandakan bahwa sebentar lagi dia akan terbangun, Arion tersenyum dia tahu bahwa tidak mudah membujuk Aara tapi dia yakin bahwa dia mampu untuk melakukannya dengan sangat baik. “Ih jangan dekat-dekat!” Aara mendorong tubuh Arion dan langsung bergegas menuju kamar mandi. Aara memutuskan untuk mencuci mukanya, dia bahkan tidak tahu sudah tidur berapa lama yang dia rasakan dia hanya bisa tidur dengan nyaman. “Gilaaa ini udah jam 9 malam, tidur berapa jam aku?” Tanya Aara. “Ayo kita makan malam, Mama udah siapin buat kita. N

