Aara mengedarkan pandangannya, sungguh ini pertama kali dirinya mengikuti demo dan benar banyak sekali anak dari kampus lain yang mengikuti demo serentak yang diadakan di depan kantor gubernur ini. Jantung Aara berdegup semakin kencang, entah kini apa yang terjadi dia hanya mengikuti kakinya karena Fifi yang menariknya hingga sampai di kerumunan anak kampusnya berada. "Ra, kamu sama Fifi?" tanya Megan. "Hem" jawab Aara tidak nyaman karena banyak pasang mata yang melihat mereka. "Ayo Ra," ajak Fifi lalu mengajak Aara untuk menerobos agar bisa lebih dekat bersama dengan teman-temannya. Suara Andrian menyadarkan Aara dari lamunannya, Aara baru sadar ternyata dia tidak suka berada di keramaian. Aara merasa pusing melihat banyak orang berlalu lalang seperti ini, entah apa yang dia pikirkan

