Aara terdiam memikirkan ucapan Arion semalam, dia masih tidak menyangka jika orang yang menolaknya kini berubah menjadi mengejarnya. Ada perasaan senang dalam hatinya, tetapi ada ketakutan yang tidak bisa dia hindari dianya takut bawa perasaan suka itu hanya sementara dan sewaktu waktu akan hilang seiring rasa penasaran itu datang pada diri Arion. “Kamu kenapa?” Tanya Reno pada putrinya. “Enggak papa kok,” ucap Aara dengan senyuman. “Kalau kamu udah ga suka sama Arion jangan di paksa, papa tau nggak semudah memaksakan kehendak apalagi di saat kamu udah bertekad untuk melupakan.” Reno hanya bisa menasehati anaknya karena dia tidak ingin ikut campur atas segala hal sensitif, hal bab hati yang membuat anaknya terluka. Setelah mereka selesai sarapan kini ada tamu yang tidak mereka duga, Ar

