Aara sudah sampai rumah dirinya bertemu dengan ibunya, rasanya dia juga bingung akan mengatakan hal ini. Haruskah dia ijin jika ingin melakukan demo? Astaga dia hanya ingin ikut-ikutan tapi malah bingung seperti ini. "Kenapa kamu mondar-mandir sayang?" tanya Lita. "Mama! ngagetin Aara ih" ujar Aara terkejut. "Kamu kenapa? bingung? ada hal yang ingin kamu lakukan?" tanya Lita. "Nggak papa, Ma" ucap Aara. "Mama dengar besok lusa ada demo, kamu jangan lewat jalan yang dekat kantor gubernur nanti macet" pesan Lita. "Hem Ma, Aara nanti nggak lewat situ" Jawab Aara. Astaga, mamanya saja sudah tau lantas apa yang akan dia katakan saat ini? Aara apakah dia akan mengikuti Fifi atau dia mengurungkan niatnya. Mamanya bahkan sudah memperingatkan tapi apakah dia akan tetap melakukannya? A

