Theo melihat Kaia celingak celinguk mencari keberadaanya, lelaki itu sudah rindu berat, tetapi dia masih bisa mengabadikan raut wajah Kaia yang lucu karena kebingungan mencari dirinya. Kaia memang sungguh tiada duanya. Theo melambaikan tangannya, Kaia lalu berjalan cepat menghampirinya. Kaia sudah lelah di penerbangan dan dia harus mengurus imigrasi yang lumayan membuatnya takut, baru pertama kali dia pergi ke luar negeri sendirian seperti ini. terlebih ini sudah di luar benua Asia. “Miss you so bad,” ucapTheo memeluk erat Kaia bahkan dia langsung menghujaninya dengan seluruh ciuman lembut di wajahnya. “Stop ih, Kaia belum mandi masih bau. Perjalanannya panjang banget,” ujar Kaia mendorong tubuh Theo. “Kamu wangi sayang,” ujat Theo lalu memeluk Kaia lagi. Kaia akhirnya diam menerima s

