Denver menunggu Shevaya dengan tidak sabaran, ingin rasanya dia menghampiri dan langsung menanyakan siapa yang berani memperlakukannya dengan tidak baik, tetapi dia masih ingat dengan apa yang diinginkan oleh istrinya. Jika semua orang tahu siapa dia maka semua orang yang di sana akan munafik padanya, Shevaya hanya ingin berteman dengan real tanpa perlu memperlihatkan segala hal yang tidak menyenangkan, semuanya memang bisa dia hadapi, tetapi jika sudah berkaitan dengan fisik maka Shevaya sudah angkat tangan akan hal itu. “Nyonya, tuan sudah menunggu anda.” “Iya tadi ada beberapa arahan untuk besok, jadi orang ember banget sih kamu! Ngeselin.” Shevaya masuk ke dalam mobil dan langsung memeluk suaminya dengan erat, Denver terlihat tidak tenang dia ingin segera mendengar apa yang kini di

