Kaia masih mengalami pemeriksaan di rumah sakit karena bekas luka tusuk oleh orang yang tidak di kenal. Kondisinya masih trauma bahkan setelah dua hari di rawat dia tetap tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikiran Kaia terbelah, dia merasa bahwa wanita itu terus mengikutinya dan bertujuan untuk membunuhnya. Kaia hanya ingin bisa tidur dengan tenang, dia tidak ingin terus di hantui oleh wanita itu. “Kaia nggak bisa bobok Bu, mimpi dia terus. Dia mau bunuh Kaia,” ujar Kaia menangis. “Mau pulang aja? Kalau di rumah lebih nyaman.” Shevaya memberikan pilihan pada Kaia. “Boleh pulang?” tanya Kaia. “Nanti ibu tanyakan pada dokter, kalau di rumah sakit kamu tidak nyaman dan tidak bisa tidur lebih baik di rawat di rumah, nanti minta dokter datang. Kamu tinggal di rumah ibu aja sayang,” ucap Sheva

