Denver memeluk Shevaya dari belakang, sejak perutnya semakin besar Shevaya tidak ingin pelukan berhadapan. Perutnya sesak dan dia tidak bisa dekat dengan Denver. Posisi seperti ini yang paling cocok untuk mereka karena merasa sama-sama nyaman. Shevaya tidak mengeluh sesak dan Denver bisa lebih dekat dengan tubuh Shevaya. “Mau bangun jam berapa sayang,” bisik Denver ditelinga Shevaya. “Hem udah jam berapa?” tanya Shevaya dengan mata terpejam. “Udah jam enam sayang, kita jalan santai yuk biar sehat debay nya. Bagus cahayanya,” ujar Denver. Shevaya mengangguk dia lalu dibantu Denver untuk berdiri karena sejak perutnya mulai besar dia terkadang mulai susah berdiri karena beban di perutnya. Denver sebagai suami selalu siaga untuk melihat apa yang dibutuhkan oleh istrinya. “Aku cuci muka du

