Aara menarik selimut untuk menutupi setengah tubuhnya yang telanjang, jujur saja dia malu pada Arion. Dia menolak sikap Arion kepadanya, tetapi ternyata dia yang malah menerima semuanya. Dia bahkan bisa o*****e karena Arion yang memuaskannya. “Itu namanya pemanasan,” ucap Arion mengecup kening Aara. Aara menutup wajahnya jujur saja menjalin hubungan dengan yang umurnya lebih dewasa malah diajaknya melakukan adegan berbahaya. “Punya Mas masih tegang banget tau, sakit sayang.” Arion memeluk Aara dari samping dan jujur saja tubuh Aara terasa bergetar ketika merasakan sentuhan lembut itu, terasa keras nan lembut. “Apa yang bisa Aara lakukan?” Tanya Aara. “Manjakan dia sayang, Mas kesakitan.” Aara menarik celana dalam dan piyama yang berserakan dan langsung memakainya. Aara malu dia tidak

