“Rasanya ingin ku telanjangi saja kamu sayang.” Denver menatap Shevaya dengan pandangan memuja. Shevaya mendorong tubuh Denver karena dia tidak ingin menghabiskan malam dengan kelelahan di saat besok adalah hari pernikahan mereka. Setiap pembicaraan yang mengarah ke sana membuat Denber tergoda dan menginginkan lebih hal itulah yang terkadang membuat Shevaya malas meladeni Denver yang sungguh nafsunya sangat besar. “Ih lupa pesan Mama?” tanya Shevaya yang kini berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Denver yang hanya bisa merebahkan tubuhnya dengan lemas. Milik Denver tidak bisa dikendalikan lagi, dia sudah tegang karena ulah Shevaya yang selalu menggodanya. Denver lemas dia menunggu Shevaya selesai membersihkan diri, dia tidak ingin terlalu lama satu ruangan yang sempit bersama dengan

