Setelah liburan usai dan semua urusan Anne sudah selesai di urus kini tiba waktunya Anne akan pergi di antar oleh kedua orang tuanya. Arion memang tidak ikut karena dia harus tetap berada di perusahaan, terlebih dia baru memulai karirnya dan bukan langsung di Tingkat tinggi seperti posisi papanya. “Kalau ada masalah apapun cerita, aku nggak mau kamu mendem semua cerita itu sendiri. Lagian juga kamu punya abang sepertiku, sigap dalam segala kondisi.” Arion memeluk adiknya, walau dia merasa sedih dia hanya bisa menahan diri, dia tidak ingin jika adiknya akan menangis pada perpisahan ini. “Memang kepercayaan dirinya tinggi sekali,” ujar Anne jengah. “Iya dong, ya udah kalian pergi. kabari kalau udah sampai,” ucap Arion. Arion dan Aara menunggu mereka masuk ke dalam pintu, sungguh hatinya

