Bab 108. Bagaikan Mengurus dua bocah

2662 Words

Shevaya menatap Denver dengan tatapan kesal, lelaki itu sungguh memaksanya. Dia melakukan hal yang Shevaya takuti, Denver melakukan percintaan kepadanya bahkan setelah dia keluar dari rumah sakit, entah apa yang dipikirkan oleh Denver, dia memiliki nafsu yang besar pada Shevaya. “Jangan ngambek sayang, maaf yah. Aku kelepasan,” ucap Denver memeluk Shevaya dari belakang. “Jangan bicara sama aku.” Shevaya enggan menatap Denver. “Iya aku salah aku nggak akan ngulangi lagi kalau nggak khilaf.” “Halah, kamu yang maksa ngajak mandi bareng malah kini kamu yang bikin aku kesel ya Mas. Kesel aku sama kamu!” kesal Shevaya. “Sayang, kamu bikin Mas tegang terus, kamu wangi dan aku sangat menyayangimu. Wajar aku selalu menginginkanmu,” bisik Denver mencium leher Shevaya yang terbuka. Shevaya mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD