Kaia tidur di pangkuan Theo, hidup berdua seperti ini terasa tidak nyata baginya, dulu dia tidak pernah memiliki pikiran bahwa dia dan Theo akan bersama. Sejak awal mengenalnya Theo adalah orang yang sangat sulit untuk dia dekati, melihat Theo dari kejauhan saja sudah cukup membuatnya senang, kini dia tidak menyangka bisa tidur di pangkuannya sembari melihat wajah tampannya yang mempesona. “Kakak kenapa peengen pacarana sama Kaia?” tanya Kaia. “Kakak suka kamu sejak pertama kali bertemu,” ujar Theo jujur. “Kakak bercanda?” tanya Kaia. Theo menggelengkan kepalanya, dia memang menyulkai Kaia sejak pertama kali mereka bertemu, banyak hal yang tidak pernah Kaia bayangkan, tetapi segala hal yang terjadi memang begitu adanya. Banyak hal yang tidak pernah dia sangka kosong, tetapi nyatanua ad

