Aara di rawat di rumah sakit, walau dokter sudah mengijinkannya untuk pulang setelah di obati. Arion takut jika Aara kenapa-kenapa karena itulah dia meminta Aara untuk di opnam satu malam sembari menunggu kondisinya. Arion takut jika Aara tiba-tiba kembali pingsan. “Fifi udah pulang tadi?” tanya Aara lemas. “Udah sayang, kamu masih pusing?” tanya Arion. Aara mengangguk, Aara terkadang manja tapi baru kali ini Arion tidak tega melihat kondisinya. Untuk pertama kali. Aara bukan orang yang lemah, tetapi melihatnya terluka karena ulah mantan Arion kini membuatnya sangat marah. Arion beruntung terhindar dari Alisha karena nyatanya dia bukan orang yang baik, tetapi orang yang bahkan sangat jahat. “Opnam dulu aja, kalau besok udah sembuh pusingnya baru pulang ya. kamu jangan ngeyel, bentar la

