"Bang, bakso satu, ya. Kayak biasa, nggak pake mie putih sama tahu. Kalo bisa pentolnya banyakin. Kan saya kurangin mie sama tahu-nya," ucap Alfa seakan tengah bernegosiasi dengan paman bakso. Setiap malam, Alfa selalu membeli bakso yang nangkring di depan komplek. Menurutnya, bakso di sini benar-benar enak. Apalagi, dikasih lebihan pentolnya. Maknyuss! "Iyee. Duduk sana, nggak usah deket-deket paman kayak gini," ucap paman bakso itu. Alfa menggeleng, "Nggak! Ntar nggak dikasih pentol lebih." Paman bakso itu menggeram. Ia mengambil mangkok lalu mengambil beberapa pentol dan memberi lebih tiga pentol ke mangkok Alfa. Membuat cowok itu tersenyum penuh arti. "Puas?" ucap paman bakso itu. Alfa menganggukkan kepalanya dan mengacungkan jempolnya, "Gitu dong. Gini 'kan saya sama bunda

