Cia berjalan menyusuri koridor sekolah. Kali ini, rasanya sungguh berbeda. Revan masih dirawat di rumah sakit. Pasalnya, ia sudah terbiasa setiap pagi pergi ke sekolah bersama cowok itu. Namun sekarang, ia sendirian. "BAA!" "Aaaa!" Cia menutup wajahnya saat topeng monyet tiba-tiba ada di hadapannya. Jantungnya berdegup dengan kencang. Ia jadi trauma, takut pingsan lagi saat jantungnya seperti ini. Apalagi, ini masih sangat pagi untuk berbaring di ranjang UKS. Suara gelak tawa membuat Cia langsung menurunkan tangannya. Ia melihat seorang lelaki berdiri di hadapannya yang masih memakai topeng monyet tadi. Sedetik kemudian, cowok itu melepas topengnya membuat Cia menggeram saat tahu siapa dalang di balik topeng itu. "Bintang?" ucap Cia terkejut sekaligus kesal. Bintang masih saja ter

