Setelah pulang sekolah, Cia langsung memesan taksi online agar ia cepat pulang. Tak ingin rencana ayahnya berhasil dan dirinya kembali ke rumah neraka itu. "Cepetan ya, pak." Cia tak berhenti melihat ke kanan kiri dan belakang. Takut ada yang membuntutinya. Hati Cia resah. Dalam pikirannya, ia hanya ingin cepat pulang dan berlindung dengan ibunya. Ia tidak ingin, kembali berpisah dengan malaikat tanpa sayapnya itu. Setelah sepuluh menit lamanya. Akhirnya, mereka telah sampai di depan apartemen Cia. Buru-buru Cia membayar dan keluar. Tak peduli berapa nominal yang ia berikan kepada sopir taksi. Hingga suara sopir pun terdengar. "Mbak, uangnya kelebihan!" teriak sopir itu dari dalam mobil. Sambil menjunjung uang seratus ribu itu. Cia menoleh, "Ambil aja, pak. Dompet Cia kepenuhan!"

