BERLALU

1019 Words

Aku masih mencium bibir Angga dengan penuh nafsu. Rasa rindu dan cinta yang membara untuk Angga membuatku tak bisa berhenti melepas pelukan dan ciumanku untuk Angga. Angga terus membelai punggungku dengan erotis membuatku mendesah nikmat. Ciuman Angga turun menelusuri setiap inci leher dan tengkukku, kali ini bintik-bintik kecil merinding kenikmatan membuatku meluncurkan desahan yang lebih keras. Jemarinya meraih gundukan kenikmatan milikku membuatku terkapar dan membiarkan Angga agar lebih mudah menjelajahi setiap inci tubuhku yang merindukan cumbuan darinya. "Nay .. Bangun !" Kayla membangunkan tidurku. "Kay ....." Mataku membuka mata pelan melihat Kayla yang merebahkan dirinya di ranjangku. Aku melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. "Baru pulang ?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD