Angga menyeretku begitu membuka pintu mobil dan memasuki rumahnya. Perlakuannya padaku sungguh tidak manusiawi. Dia bahkan mendorongku hingga aku tersungkur ke sofa. "Astaga mas Angga ... " Mendengar suara benturan tembok dan sofa membuat mbok Nah dan pak Muh datang menghampiri kami. Mbok Nah duduk di sebelahku dan menenangkanku. "Mbok inget dia siapa ?" Tanya Angga. Mbok Nah menatap wajahku, wajah tua itu seperti memelas melihatku. Seperti meminta ijin padaku untuk mengatakan sesuatu. "Pak Muh ingat siapa perempuan ini ?" Pak Muh menjawab dengan cepat dan mengangguk pelan menjawab pertanyaan Angga, selanjutnya diikuti oleh mbok Nah. "Dengar baik-baik pembohong !" Kata Angga sambil mencengkeram pipiku lagi. "Jika aku bisa menjebloskan Maheka ke penjara, maka bukan hal yang s

