Prologue : Heubhyeolgwi

568 Words
Pernahkah kau mendengar cerita tentang Heubhyeolgwi? Sosok mengerikan yang ditakuti oleh manusia. Mayat penghisap darah. Dalam cerita rakyat, dahulu kala sebuah desa, setiap malam mendapatkan serangan dari sekelompok Heubhyeolgwi. Suatu hari pada saat siang hari, para penduduk akan menyusun jerami di halaman rumah, di jalanan dan di tempat lainnya yang memungkinkan. Dan pada saat malam hari, ketika sekelompok Heubhyeolgwi kembali ke desa itu, para penduduk membakar jerami itu. Dan karena insiden itu, banyak bangsa Heubhyeolgwi yang tewas. Namun, satu Heubhyeolgwi berhasil selamat. Gwi Seon adalah nama dari Heubhyeolgwi itu. Setelah insiden itu, tak ada lagi Heubhyeolgwi yang menampakkan diri. Desa itu menjadi aman. Namun, setelah lima tahun berlalu, Gwi Seon yang menyimpan dendam kepada para penduduk lantas kembali untuk melakukan balas dendam. Di suatu malam, Gwi Seon mendatangi rumah para penduduk dan membunuh mereka satu persatu. Dan hanya dalam waktu satu malam, Gwi Seon membunuh lebih dari seratus orang. Termasuk bayi dan anak-anak kecil. Setelah insiden itu, desa itu menjadi desa mati. Orang-orang di luar desa mengatakan bahwa hingga saat ini Gwi Seon masih tinggal di desa itu karena terikat dengan tempat itu setelah membunuh ratusan nyawa. Namun, hingga detik ini tidak ada orang yang tahu, apakah Gwi Seon adalah mahkluk yang nyata atau hanya sebuah cerita fiksi yang digunakan untuk menakut-nakuti anak kecil. ~ THE HEUBHYEOLGWI : EVIL IN THE PALACE ~ Di tengah puluhan mayat yang tergeletak, Park Chang Kyun tiba-tiba muncul di hadapan Baek Hee Seung. Pemuda itu, tak lagi seperti dulu. Di mana Park Chang Kyun, Baek Hee Seung tampak sangat menyedihkan. Namun, bagi orang lain pemuda itu akan tampak sangat mengerikan. Seorang monster yang sangat kesepian. "Jangan menatapku seperti itu," suara berat Hee Seung terdengar putus asa. Park Chang Kyun berkata dengan suara yang tenang. "Mari ... kita pulang bersama, Hyeongnim." "Ke mana?" Hee Seung balik melontarkan kalimat tanya. "Ke rumah. Mari kita pergi bersama-sama." Hee Seung menggeleng. "Di sana bukanlah rumah. Aku tidak lagi memiliki tempat untuk pulang." "Kalau begitu aku akan membuatkan rumah untukmu." "Kau tidak bisa menghidupkan yang sudah mati, aku tidak bisa pulang ke mana pun." "Aku mungkin tidak bisa menghidupkan sesuatu yang sudah mati. Tapi, satu hal yang perlu kau ketahui ... bunga liar, akan kembali hidup meski mengalami kematian hingga ratusan kali sekalipun." Hati Hee Seung yang terluka goyah, jiwanya yang hanya dipenuhi oleh ambisi membunuh perlahan kembali luluh. Dia kemudian mengarahkan pandangannya jauh ke belakang Park Chang Kyun. Menemukan Park Myung Hee yang berdiri di sana bersama Pangeran Yongeun. Hee Seung berkata, "tunggu sebentar ... aku harus pergi ke sana lebih dulu, baru setelah itu aku bisa pulang bersamamu." "Jika begitu ... aku tidak memiliki cara lain selain memaksamu untuk pulang bersamaku, Hyeongnim." Pandangan Hee Seung kembali terjatuh pada Chang Kyun. Namun, detik itu juga pendekar pedang terbaik Goryeo pada saat itu menarik pedangnya dengan putus asa. Chang Kyun berkata, "mari kita pergi bersama." "Aku tidak mau. Aku ... tidak bisa pulang bersamamu, Park Chang Kyun." ~ THE HEUBHYEOLGWI : EVIL IN THE PALACE ~ ~ Tidak peduli berapa kali aku menemukannya. Dia selalu dalam keadaan terluka ... ~ Di pertemuan terakhir kami, aku berharap ... suatu saat nanti, dia bisa hidup tanpa terluka lagi. Suatu saat nanti, di kehidupan selanjutnya. Orang ini, Baek Hee Seung ... aku berharap dia terlahir sebagai seorang manusia seutuhnya ... sama seperti kami ... •Jurnal terakhir Park Chang Kyun • ~ THE HEUBHYEOLGWI : EVIL IN THE PALACE ~

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD